"Karena waktu kita dipertemukan dan karena waktu juga kita berpisah. Karena semua itu ada waktunya"
Apakah kamu benci dengan waktu? Yang aku tau banyak orang yang benci dengan waktu, kata mereka waktu itu jahat. Karena waktu bisa mempertemukan dan memisahkan kita dengan siapapun tanpa terkecuali, termasuk orang yang kamu sayang sekalipun. Kadang waktu juga bisa merenggut nyawa siapapun tanpa perduli gimana situasi dan kondisinya.
Aku bukan benci sama waktu, bukan juga senang. Entahlah sulit buat aku definisiin tentang waktu. Memang dengan waktu kita bisa bertemu, juga berpisah. Yang aku tau, pertemuan dan perpisahan semua udah ada yang ngatur, itu semua udah ditentuin sama Allah. Aku gak mau ada rasa menyesal karena aku pernah kenal dan dekat dengan kamu. Blue. Aku, kamu bukan berpisah. Hanya waktu yang belum menentukan untuk kita menjadi seperti apa. Apa kamu juga berharap sama seperti aku, aku, kamu menjadi kita? Entahlah, kamu orang yang sulit untuk ditebak dan keras kepala.
Kita dekat, entah aku yang salah mengartikan kedekatan kita ini atau.... entahlah. Jelasnya aku senang dekat dengan kamu. Senang karena aku bisa semakin dekat dengan kamu. Memang mencintai seseorang secara diam-diam itu menyakitkan. Menyakitkan karena aku akan mengetahui hal-hal yang membuatmu bahagia bukan karena aku. Bukankah selama kamu dekat denganku kamu jarang tertawa? Ya kamu tertawa, tetapi tidak seperti biasanya. Biasanya kamu tertawa saat bersama teman-temanmu, tertawa lepas seperti tanpa beban. Maaf, aku cuma bisa buat kamu kesel, marah, pundung. Aku gak pernah sengaja untuk buat kamu seperti itu. Maaf atas semua yang pernah aku lakuin tapi salah dimatamu.
Ketika aku berbuat salah, kadang aku ingin kamu jadi orang pertama yang mengingatkan aku kalau apa yang aku lakukan itu salah. Harapa ya harapan, kadang yang kita harapkan berjalan gak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apa yang kamu harapkan kadang hal yang orang lain benci, dan apa yang orang lain harapkan adalah hal yang kamu benci. Gak semua apa yang kamu harapkan bisa terwujud, kadang apa yang kamu harapkan gak akan terwujud.
Blue.. Blue.. Kamu itu biru, biru itu kamu.. Pada saatnya nanti kita akan berpisah, entah kapan itu waktunya. Kemungkinan yang pahit adalah kita semakin jauh, bahkan lebih jauh lagi dari saat ini. Kita akan tinggal di kota yang berbeda, bahkan mungkin dipulau yang berbeda. Jarak. Ya, dialah yang menjadi penghalang untuk kita bisa sering bertemu dan waktu juga lah yang membuat kita jarang bertemu.
Seiring dengan berjalannya waktu, aku sibuk dengan duniaku sendiri dan begitupun denganmu semakin sibuk dengan wantiamu dan duniamu sendiri. Waktu dapat memisahkan dua orang yang tadinya dekat menjadi jauh, bahkan sangat jauh. Hari demi hari berlalu, kitapun mempunyai kesibukan yang berbeda. Aku asyik bersama sahabat-sahabatku dan terutama dengan duniaku sendiri, begitupun denganmu.
Tak lama lagi kita akan berpisah. Setahun lagi kurang lebihnya waktu yang kita miliki. Aku tak pernah tau apa yang akan terjadi di esok hari, lusa, bahkan hingga tahun depan. Apakah kamu masih dengan wanitamu atau tidak entahlah. Atau apa aku yang sudah menemukan lelakiku di esok hari? Aku tak tahu, semua sudah ada yang mengatur aku hanya menjalankan saja apa yang sudah diberikan.
Semoga suatu hari nanti kita dapat bertemu kembali, aku telah menjadi orang sukses bahkan cita-citaku sebagai dokter gigi pun telah tercapai. Dan kamu telah menjadi seorang sarjana teknik sipil yang sukses. Aku, kamu tak akan tahu apa yang akan terjadi nantinya. Apakah aku, kamu akan menjadi "kita" seperti apa yang aku inginkan selama ini? Ataukah aku, kamu tak kunjung juga menjadi "kita" tetapi kita menjadi seperti saudara (antara adik dan kakak).
No one would understand your relationship both. And no one else in this world will understand you in a way that you do. Just do your best and be the best for you both.
blue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar